Lensa merupakan bahagian utama kamera yang terdiri daripada susunan elemen optik yang berfungsi untuk menangkap gambar di hadapan kamera sehingga dapat diterima oleh sensor atau film. Pada kamera kompak atau pun kamera prosumer, lensa ini dibuat bergabung dengan badan kamera, namun lensa yang digunakan pada kamera SLR dijual terpisah. Baik lensa yang bergabung dengan kamera ataupun lensa khusus kamera SLR, kedua-duanya memiliki persamaan dalam prinsip fungsi, desain optik serta karakteristiknya.
Lensa yang berkualiti tinggi memiliki kemampuan untuk memberikan hasil yang memuaskan dalam hal ketajaman, kontras mahu pun warna. Untuk menilai kemampuan lensa fotografer menggunakan carta MTF yang dapat memberi gambaran kualiti lensa. Akibat daripada teknologi penghasilan lensa canggih dengan bantuan komputer, lensa mutakhir ini semakin bermutu dan sudah dilengkapi dengan ciri-ciri terkini seperti lapisan khusus yang mampu meningkatkan ketajaman dan menyahkan flare. Dalam memilih lensa yang baik memerlukan pemahaman dasar akan istilah-istilah yang umum pada lensa, sekaligus mengenali pembahagian atau kategori lensa berdasarkan jenisnya.
Panjang fokal (Focal Length)
Dalam membicarakan tentang lensa, perkara pertama yang perlu diambil kira ialah panjang fokal lensa. Secara khusus, panjang fokal menandakan jarak di antara sensor (atau film) dengan lensa, saat kamera memfokus ke infiniti. Untuk menunjukkan panjang fokal lensa unit milimeter (mm) digunakan. Dalam pemahaman biasa, panjang fokal lensa menunjukkan nilai sudut pandang gambar (picture angle atau angle of view) yang dihasilkan oleh sebuah lensa. Sudut pandang gambar inilah yang akan menentukan luasnya bidang gambar yang dihasilkan pada panjang fokal tertentu. Perhatikan :
- - Fokal lensa yang pendek (misal 28mm) menghasilkan sudut gambar yang besar sehingga mampu mendapat bidang gambar yang luas atau lebar (wide angle). Semakin pendek fokalnya maka semakin luas bidang gambar yang dihasilkan. Maka lensa 18mm boleh dikatakan lebih ‘wide’ daripada lensa 28mm.
- - Fokal lensa yang panjang (misal 200mm) menghasilkan sudut gambar yang kecil sehingga mampu mendapat bidang gambar yang sempit, padan untuk keperluan foto jarak jauh (telephoto). Semakin panjang fokalnya, maka semakin jauh kemampuan tele yang dimiliki lensa tersebut. Jadi lensa 400mm dikatakan lebih ‘tele’ daripada lensa 200mm.
Lensa yang panjang fokalnya dianggap sama dengan bidang gambar yang dilihat oleh mata manusia (sudut gambaarnya sekitar 46o) adalah lensa 50mm, sehingga lensa dengan fokal 50mm biasa disebut sebagai lensa normal. Lensa dengan fokal yang lebih kecil dari 50mm disebut lensa wide, benda yang difoto dengan lensa wide hasilnya akan tampak lebih jauh daripada kenyataannya. Lensa dengan fokal yang lebih besar dari 50mm disebut lensa tele, benda yang difoto dengan lensa tele hasilnya akan tampak lebih dekat daripada yang semestinya.
Jadi berdasarkan panjang fokal, setidaknya kita mengenal tiga jenis lensa yaitu lensa wide, lensa normal dan lensa tele. Lensa wide cocok dipakai untuk mendapat foto dengan kesan luas, seperti pemandangan ataupun arsitektur. Sedangkan lensa tele cocok untuk memotret benda yang jauh seperti saat outdoor atau meliput acara pertandingan olahraga. Lensa normal sendiri lebih cocok dipakai untuk potret wajah atau kebutuhan lain yang memerlukan sudut gambar normal.
Lensa Fix dan Lensa Zoom
Bila ditinjau dari desain fokalnya, lensa bisa digolongkan menjadi dua kelompok utama. Yang pertama adalah lensa fix / prime (punya panjang fokal yang tetap) dan kedua adalah lensa zoom / vario (punya panjang fokal yang bisa dirubah).
Lensa fix punya ukuran yang kecil, dengan sedikit elemen optik dan sesuai namanya, lensa fix hanya memiliki panjang fokal yang tetap. Lensa fix tersedia untuk berbagai macam panjang fokal mulai seperti :
- - Lensa fix wideangle (24mm, 35mm)
- - Lensa fix normal (50mm, 60mm)
- - Lensa fix telephoto (85mm, 105mm)
Lensa zoom sendiri memiliki kelebihan dibanding lensa fix yaitu punya rentang fokal yang bisa dirubah, dari fokal terpendek hingga fokal terpanjang. Kemampuan zoom lensa diukur dengan membandingkan fokal terpanjang terhadap fokal terpendeknya, contoh bila lensa zoom 28-280mm maka panjang fokal terpendek adalah 28mm dan fokal terpanjang adalah 280mm, sehingga lensa ini disebut dengan lensa zoom 10x (atau 280 dibagi 28). Lensa zoom memiliki kelebihan dalam hal kepraktisan karena dengan satu lensa bisa didapat berbagai variasi fokal lensa untuk berbagai kebutuhan fotografi dan perspektif yang diinginkan. Namun dalam hal ketajaman, lensa zoom memang tidak bisa menyamai lensa fix. Hal ini karena rumitnya susunan optik dalam lensa zoom sehingga berpotensi menurunkan ketajaman secara umum. Dalam lensa zoom, ketajaman pada fokal terpanjang dan fokal terpendek umumnya menurun.
Bukaan lensa (aperture)
Di dalam lensa kamera terdapat sebuah komponen mekanik yang dinamakan aperture atau diafragma, yang berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke lensa. Diafragma tersusun atas sekumpulan lapisan logam tipis (blade) yang membentuk lingkaran iris dan ukuran lubangnya bisa dibuat membesar atau mengecil. Pengaturan masuknya cahaya dilakukan dengan mengubah besarnya bukaan diafragma dari bukaan terbesar hingga terkecil dalam satuan f-number. Bukaan besar dinyatakan dalam f-number kecil, dan sebaliknya bukaan kecil dinyatakan dalam f-number besar. Lensa dengan bukaan besar memiliki kemampuan memasukkan cahaya lebih banyak sehingga memungkinkan untuk pemakaian kecepatan shutter yang lebih tinggi.
Gambar di atas adalah bentuk diafragma lensa, dimana gambar sebelah kiri menunjukkan bukaan kecil dan sebelah kanan menunjukkan bukaan besar.
Bukaan diafragma yang besar (misal f/1.4 atau f/1.8) lebih mudah diwujudkan dalam desain lensa fix. Maka itu mayoritas lensa fix memiliki bukaan diafragma yang besar yang juga punya keistimewaan dalam membuat blur alias out-of-focus pada latar. Namun tidak demikian halnya dengan lensa zoom, dimana untuk membuat lensa zoom dengan bukaan diafragma yang besar agak lebih sulit untuk dilakukan. Pada lensa zoom, bukaan maksimum yang umum dijumpai adalah f/2.8 meski kini mulai dijumpai ada kamera saku yang memiliki lensa yang bisa membuka amat besar hingga f/1.8.
Ditinjau dari desain aperturenya, lensa zoom sendiri terbagi atas dua kelompok :
- - Lensa zoom bukaan konstan
- - Lensa zoom bukaan variabel
Lensa zoom dengan bukaan konstan, misalnya lensa 24-70mm f/2.8 atau lensa 70-200mm f/4 menandakan kalau bukaan maksimum lensa ini pada posisi fokal berapapun adalah tetap. Jadi misal lensa 24-70mm f/2.8 akan mampu membuka sebesar f/2.8 pada posisi fokal 24mm hingga 70mm. Lensa semacam ini lebih sulit untuk dibuat, juga punya ukuran yang lebih besar dan berat, sehingga lensa jenis ini tergolong dalam lensa zoom kelas mahal.
Lensa zoom dengan bukaan variabel lebih mudah dan murah untuk dibuat, serta memiliki ukuran yang lebih kecil sehingga ringkas dan ringan. Lensa jenis ini punya bukaan maksimal yang akan mengecil saat lensa di zoom dari posisi fokal terpendek ke fokal terpanjang. Untuk mengetahui bukaan maksimum lensa semacam ini bisa dilihat dari informasi yang ditulis pada lensa, misal lensa 18-105mm f/3.5-5.6 artinya lensa ini memiliki bukaan maksimal f/3.5 pada posisi fokal 18mm dan bukaan maksimal akan mengecil hingga menjadi f/5.6 pada posisi fokal 105mm. Meski tidak ditulis di lensa, sebenarnya bukaan minimum pun bisa mengecil saat lensa di zoom. Hal ini tergantung dari desain lensa, biasanya lensa yang memiliki bukaan minimum yang bisa mengecil saat lensa di zoom adalah lensa kamera SLR.
Karena dengan bukaan yang besar sebuah lensa bisa memasukkan cahaya lebih banyak sehingga memungkinkan untuk memakai kecepatan shutter yang lebih tinggi, maka lensa dengan bukaan besar biasa disebut dengan lensa cepat. Untuk lensa fix, karena bukaan maksimumnya umumnya besar, maka hampir semua lensa fix disebut dengan lensa cepat. Namun berhubung amat sulit untuk membuat lensa zoom dengan bukaan yang besar, maka lensa zoom dengan bukaan konstan f/2.8 sudah bisa disebut dengan lensa cepat. Kebanyakan lensa zoom kamera SLR yang memiliki ukuran kecil adalah lensa lambat karena memiliki bukaan yang kecil dan akan semakin mengecil saat lensa di zoom.
Fitur Image Stabilizer
Beberapa lensa modern kini sudah dilengkapi dengan fitur image stabilizer yang berfungsi untuk meredam getaran yang terjadi saat kita memotret. Fitur ini menambahkan satu elemen lensa yang berfungsi khusus untuk mengkompensasi getaran tangan yang terdeteksi oleh sensor, sehingga resiko gambar menjadi blur bisa dikurangi. Fungsi stabilizer sendiri diperlukan saat kamera dipakai memotret pada kecepatan shutter rendah atau saat memakai lensa tele.
Bila disimpulkan, penggolongan lensa bisa disusun berdasarkan :
Panjang fokal :
- * Lensa wide
- * Lensa normal
- * Lensa tele
Jenis lensa :
- * Lensa fix / prime (fokal tetap)
- * Lensa zoom / vario yang terbagi lagi menjadi :
- - Lensa zoom bukaan konstan
- - Lensa zoom bukaan variabel
Desain aperture lensa :
- * Lensa cepat (punya bukaan besar)
- * Lensa lambat (punya bukaan kecil)
Selain dari penggolongan umum seperti di atas, masih terdapat lensa-lensa khusus yang digunakan untuk keperluan tertentu, seperti :
- * Lensa fish-eye untuk sudut gambar ekstrim (180o)
- * Lensa makro untuk memotret benda sangat dekat (perbesaran 1:1)
- * Lensa Tilt and Shift untuk kebutuhan profesional (kendali perspektif)
Berikut langkah-langkahnya:
1. Set pada
time priority
2. Setkan masanya 1/15 detik
3. ISO 100
4. AI SERVO
5. Sambil menggambar ikuti gerakan subjek, klik pengatup
(shutter) sambil masih mengikuti pergerakan.
PILIHLAH BERDASARKAN :
1. Berpengalaman dalam bidang fotografi dan rakaman video.
2. Memahami protokol perkahwinan baik tradisional mahu punmoden.
3. Mengehadkan permintaan yang terima demi hasil kerja yang baik.
4. Berpakaian kemas sebagai fotografer perkahwinan yang profesional.
5. Fotografer yang dapat memberikan cadangan untuk majlis anda.
6. Tahu gaya ketika mengambil gambar sebelum dan semasa majlis.
7. Mudah bergaul dan peramah serta ada sedikit sense of humour.
JANGAN MEMILIH BERDASARKAN :
1. Lokasi yang mewah danmahal.
2. Harga murah apa tah lagi yang termahal.
3. Ada pertalian keluarga / rakan.
4. Adanya pakej perkahwinan yang menyeluruh.
5. Berportfolio yang hebat.
6. Aksesori fotografi yang mahal.
7.Memiliki syarikat yang banyak cawangan.
8. Reka bentuk grafiknya.
9. Hasil penyiapan fotonya cepat.
1. Pelajari semua fungsi kamera
Pelajari buku manual kamera dan tata letak tombol dan suis serta kegunaannya, maksud nya kita harus benar-benar tahu dan faham fungsinya dan hafal tempat letaknya.Lakukanlah penekanan tombol sampai kita biasa dan boleh walau pun melakukannya dengan mata tertutup atau di tempat yang gelap. Tip pertama ini seperti ketika mula belajar memandu kenderaan sehingga kita tidak perlu lagi melihat kedudukan pedal yang perlu ditekan.
2. Pelajari Lensa Zoom dan fokus
Jika Anda memiliki kamera digital SLR , saya menyarankan untuk zooming (close) atau wide-ing focusnya dilakukan secara manual dan ingat ketika lensa lebih panjang (zoom/close) memerlukan aperture yang lebih besar untuk menghasilkan gambar yang baik di banding ketika lensa pendek (wide) pelajarialah dan percepatlah prosesnya dalam meng-close atau me-wide untuk membidik suatu object, yang berkaitan langsung dengan focus serta aperture
3. Terima kondisi kamera seadanya
Bagaimana anda akan menghasilkan gambar yang bagus jika anda tidak suka pada kamera anda pada saat menangkap gambar ? Sedangkan gambar yang dihasilkan harus menggunakan kamera anda dan seharusnya anda memahami batasan yang ada pada kamera dan belajar bertoleransi dengan kamera tersebut. Sekiranya kamera tersebut telah lama digunakan, maka memerlukankan penggunaan bateri yang tinggi dalam pemrosesan gambar, atau hal lainnya. Hal ini bersifat psikologikal akan tetapi secara teknikalnya anda semestinya memahami kekuatan dan kelemahan kamera tersebut.
4. Percepatkan semua proses
Nyahaktifkan fungsi setiap fungsi automatik yang tidak anda perlukan. Semakin anda memahami dan menguasai karakteristik kamera, semakin cepat anda membuat kerja. Cubalah mengubah fokus kepada mod manual dan anda akan takjub melihat betapa responsif kamera anda bekerja. Tip ini adalah untuk mengurangkan perbezaan antara anda dan subjek, sehingga semuanya menjadi mudah dan anda dapat menumpukan pada penghasilan gambar dan bukan lagi pada kamera anda
5. Tempat simpanan yang mudah
Memudahkan anda menjaga kamera pada setiap saat dan memudahkan apabila diperlukan. Sentiasa pastikan anda tahu di mana aksesori kamera anda tersimpan serta melindungi lensa dengan filter UV untuk menjaga lensa daripada calar dan sebagainya. Kekadang kita tidak peduli teknik penyimpanannya yang akan membuat kita terlambat untuk mengambil objek pada saat yang pantas. Hal ini memerlukan dan menghabiskan masa. Kalau boleh pilih sudut khusus untuk penyimpanan kamera berserta aksesorinya.
6. Jadikan kamera rakan karib
Sediakan beg kamera yang mesra pengguna agar mudah mengakses kamera anda dan ini memerlukan tempat penyimpanan yang berbeza ketika sedang bekerja dan untuk menghindari ketinggalan saat manis yang perlu untuk diabadikan
7. Lihat di sana, bukan di sini
Ketika memandu, kita hanya melihat ke hadapan tetapi pemandu yang hebat akan membaca jalan lebih ke depan dalam minda mereka atau setidaknya mereka menjaga jarak mereka agar dapat mudah berhenti apabila berlaku sesuatu. Anda akan terkejut betapa ramai fotografer tidak terfikir lagi pada saat yang tidak terlalu penting, mereka akan pergi ke tempat hanya berlaku saat yang penting akan berlangsung. Mereka hanya menyedari apa yang terjadi di sekitar mereka, tetapi mereka terus-menerus bertanya kepada diri, apa kah yang berlaku disana? Apakah yang akan terjadi selanjutnya ?
Tip kamera ini mengajarkan bahawa fikiran anda harus waspada terhadap semua di persekitaran anda. Apa yang anda lihat sekarang adalah asas untuk gambar yang akan datang. Pada masa yang diperlukan untuk mencapai sebuah hasil yang baik, anda mesti pandai merencanakan taktik dan strategi tetapi jika dibiarkan berlalu tanpa jangkaan ,maka jika berlaku secara kejutan, ini bermakna anda sudah terlambat untuk mengambil gambar bagi satu-satu saat yang amat bermakna.
8. Bayangkan Mata Anda Kamera
Ini mungkin terjadi ketika anda telah menguasai kemahiran kamera. Apabila melihat sebuah gambar yang berpotensi - dan ini dapat menjadi inspirasi, binatang liar, atau lanskap dan tidak pernah tahu berapa banyak masa yang dimiliki. Untuk mengatur modus pengambilan gambar, atau sensitiviti, atau zoom dengan panjang fokus yang memberi pembesaran yang diinginkan dan hanya perlu melakukannya dengan mata terus-menerus di tempat kejadian, sentiasa memilih posisi / sudut terbaik untuk gambar yang diinginkan dan sekaligus boleh membayangkan output gambar yang telah diambil itu tanpa perlu melihat paparan LCD.
9 Bayangkan gambar yang hebat
Mempunyai keberanian dan keyakinan untuk mengambil gambar yang diharapkan benar-benar membantu untuk membayangkan bahawa gambar yang diambil adalah luar biasa! Biarkan gambar yang menginspirasi untuk mengapung di fikiran dan hanya menunggu saatmenekan tombol untuk mengabadikannya. Ini adalah tentang bagaimana meng eksploitasi sebuah peristiwa dan membayangkan gambar yang paling menakjubkan yang yang akan dihasilkan sebelum mendapatkan posisi dan sebagainya yang belum dibayangkan oleh fotografer amatur.
10. Jangan mudah berasa puas
Ini adalah tip terakhir iaitu dengan memastikan bateri telah dicas sepenuhnya sebelum meninggalkan stesen. Pastikan memiliki cukup ruang pada kad memori dan pastikan sensor kamera atau kanta lensa bersih dan jangan membidik kamera untuk hal yang tidak penting, dan jadikan setiap sesi pengambilan penting. Tip ini untuk mengelakkan kesulitan yang mungkin timbul pada masa akan datang. Buatlah senarai semak untuk memastikan profesion / hobi sampingan akan terus bernafas.
Aperture adalah komponen daripada lensa yang berfungsi mengatur intensiti cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk daripada sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7 atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran dari lubang bukaan (shutter) lensa yang akan dimasuki cahaya apabila melalui kamera digital. Aperture adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke filem atau sensor. Ukuran besar kecilnya diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dan seterusnya. Angka2-angka tersebut dikenali sebagai f/number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dan seterusnya. Semakin besar aperture semakin kecil f/numbernya dan semakin kecil pula diameter bukaannya; jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6.
Cara kerja aperture mirip pupil dalam mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin kecil diameter pupil dan sebaliknya. Aperture sangat berhubung rapat dengan ruang tajam atau depth of field, semakin besar f/number, misal f/22, paparan ketajaman akan semakin lebar. Ertinya objek di belakang dan di hadapan fokus utama memiliki ketajaman yang baik. Sebaliknya kita akan mendapatkan efek blur/redam untuk objek di hadapan dan dibelakang fokus utama jika menggunakan f-number kecil, misal f/2,8.
Shutter speed dan aperture harus bersinergi untuk mendapatkan dedahan (exposure) yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun semakin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed mahu pun aperture masih dapat digunakan secara maksimum. Tapi perlu diingatkan semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan
( ISO / ASA adalah kecepatan filem merupakan istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat sensitiviti atau kepekaan filem foto terhadap cahaya. Filem dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) memerlukan dedahan (exposure) yang lebih lama sehingga disebut slow filem, sedangkan filem dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) memerlukan dedahan yang singkat.
Untuk mengetahui apakah dedahan sudah tepat atau belum, pada kamera digital atau konvensional tersedia ciri metering. Sehingga terjadinya over exposure (terlebih pencahayaan) atau under exposure (terkurang pencahayaan) dapat diminimumkan.
Walau sebagus dan secanggihnya sesebuah kamera yang hanya merupakan alat, yang menentukan adalah orang yang berada di belakang kamera tersebut.
Semoga bermanfaat..
Shutter Speed dalam bahasa Indonesia disebut kecepatan Rana, manakala di Malaysia dikenali sebaga kecepatan pengatup. Dalam istilah fotografi adalah tirai pada kamera yang menutupi permukaan atau sensor exposure pada permukaan filem atau sensor pada kamera. Jika tirai ini terbuka maka akan terjadi penangkapan gambar.
Pada mulanya, pengatup dibuat daripada kepingan logam, namun kebanyakan kamera moden menggunakan pengatup yang dibuat daripada kain bagi mengurangkan berat kamera dan untuk mendapatkan kecepatan pengatup yang lebih cepat. Pengatup yang terbuat daripada kain memiliki kekuatan sekitar 50,000 hingga 200,000 kali proses buka-tutup (melakukan dedahan). Kain penutup yang haus atau rosak dengan mudah diganti di pusat servis kamera yang berkaitan. Lamanya tirai ini terbuka ditentukan oleh pemasa kecepatan pengatup pada kamera.
Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil tangkapan imej terus dapat dilihat melalui paparan pada LCD, sehingga kita dapat menilai hasil imej, kerana data teknikal yang berkaitan dengan tangkapan tadi terakam sama, berbeza dengan fotografi konvensional yang memerlukan kita mencetak gambar terlebih dahulu sebelum dapat melihat dan menilai hasil tangkapan, data teknikalnya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga memerlukan lebih kos dan masa untuk memperbaiki kemampuan fotografi kita.
Seni fotografi digital boleh diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya tetapi dalam hal ini kamera dan Lensa berperanan berus dan cat untuk menghasilkan sesebuah lukisan. Ada dua hal yang memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, iaitu kecepatan pengatup (Shutter Speed) dan Aperture.
Shutter Speed adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk menyinari sensor CMOS atau CCD pada kamera digital, dan filem pada kamera konvensional. Pada kamera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dan seterusnya. Ini bererti lamanya penyinaran adalah 1/250 saat, 1/125 saat, 1/60 saat, dan seterusnya.
Semakin besar angkanya bererti semakin cepat masa yang digunakan, hal ini akan menciptakan efek pegun (freeze), misalnya kita akan mempotret objek yang sedang bergerak, seperti kereta dengan efek pegun, kita memerlukan setidak-tidaknya shutter speed di atas 1/125 saat.
Sebaliknya bila kita akan mempotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka diperlukan shutter speed kurang daripada 1/125 saat, sebaik-baiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning,
Kedua-dua perkara di atas bergantung juga pada kecepatan objek tersebut bergerak: semakin cepat objek bergerak, bererti semakin tinggi shutter speed yang diperlukan agar memperoleh efek pegun atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yang akan mengakibatkan hasil tangkapan menjadi goyang dan tidak tajam
Oleh itu, gunakan shutter speed di atas 30 atau 1/30 saat, kalau memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 saat, 1/8 saat atau yang lebih rendah gunakan penyangga atau tripod.
Sejarah Fotografi tercatat secara rasmi pada abad ke-19 dan lalu berkembang bersama-sama kemajuan lain yang dijanakan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang pesat. Pada tahun 1839 telah dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada waktu itu, di Perancis dinyatakan secara rasmi bahawa fotografi adalah sebuah penerokaan teknologi yang hebat rakaman dua dimensi seperti yang dilihat oleh mata dapat dikekalkan dan dipegun.
Sejarah fotografi bermula sejak sebelum Masehi. Dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press dalam tahun 1991, dinyatakan bahawa pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pemuda bernama Mo Ti sudah mengamati satu fenomena apabila pada sebuah dinding di ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka pada bahagian dalam ruang itu akan terefleksi pemandangan di luar ruang secara terbalik melalui lubang kecil tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyedari fenomena kamera obscura.
Beberapa abad kemudian, ramai orang yang menyedari serta mengagumi fenomena ini, antaranya Aristotles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab, Ibnu Haitham (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, dan kemudian berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenali sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Itali, Giambattista de La Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar (Bachtiar: 10).
Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 21), nama camera obscura diciptakan oleh Johannes Keppler pada tahun 1611:
“By the great Johannes Keppler has designed a portable camera constructed as a tent, and finaly give a device a name that stuck: camera obscura… The interior of the tent was dark except for the light admitted by a lens, which foucussed the image of the scene outside onto a piece of paper.”
(Pada tahun 1611 Johannes Keppler membuat reka bentuk kamera mudah alih yang dibuat seperti sebuah khemah, dan akhirnya memberi nama alat tersebut sebuah nama yang terkenal hingga kini: kamera obscura. Keadaan dalam khemah tersebut sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang akan membentuk gambar seperti di luar khemah pada sehelai kertas).
Pada awal abad ke-17 seorang ilmuwan berbangsa Itali bernama Angelo Sala menemukan apabila serbuk perak nitrat terkena cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam, manakala seorang profesor anatomi berbangsa Jerman, Johan Heinrich Schulse, pada 1727 melakukan uji kaji dan membuktikan bahawa plat klorida perak menjadi hitam adalah disebabkan oleh cahaya dan bukan oleh panas merupakan fenomena yang telah diketahui sejak abad ke-16 bahkan mungkin lebih awal lagi. Beliau mendemonstrasikan fakta tersebut dengan menggunakan cahaya matahari untuk merakam serangkaian kanta pada plat klorida perak; tetapi gagal mempertahankan gambar secara kekal.
Kemudian sekitar tahun 1800, seorang berbangsa Inggeris bernama Thomas Wedgwood, melakukan uji kaji untuk merakam gambar positif daripada imej pada kamera obscura berlensa (pada masa itu kamera obscura lazimnya hanya menggunakan lubang kecil untuk cahaya masuk), tapi hasilnya sangat mengecewakan. Akhirnya beliau menumpukan perhatian sebagaimana juga Schulse, membuat gambar-gambar negatif (sekarang dikenal dengan istilah fotogram) dengan cahaya matahari, pada kulit atau kertas putih yang telah diselaputi komponen perak.
Dalam Sejarah fotografi mencatatkan seorang Inggeris, Humphrey Davy melakukan percubaan lebih lanjut dengan klorida perak, tetapi gagal juga. Platnya dengan cepat berubah menjadi hitam walaupun sudah menangkap imej melalui kamera obscura tanpa lensa.
Akhirnya, pada tahun 1824, seorang pakar litografi Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah lapan jam mendedahkan pemandangan dari jendela biliknya, melalui proses yang disebutnya sebagai Heliogravure (proses ini mirip litograf) di atas plat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imej yang agak kabur, tetapi berhasil mengekalkan gambar. Kemudian beliau mencuba menggunakan kamera obscura berlensa, proses yang disebut ”heliogravure”, pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, Amerika Syarikat.
Merasa kurang puas, pada tahun 1827 Niepce mendatangi pereka bentuk panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) untuk mengajaknya berkerjasama. Sebelum eksperimen Niepce dan Daguerre berhasil, mereka pernah meramalkan bahawa: “fotografi akan menjadi seni termuda yang dilahirkan oleh zaman.”
Tetapi sayangnya, sebelum dapat menunjukkan hasil yang optimal, Niepce telah meninggal dunia. Pada 19 Ogos 1839, Daguerre dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya: sebuah gambar kekal pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam pada cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype, melalui kaedah plat dicuci dengan larutan garam dapur dan air suling untuk menghasilkan gambar kekal.
Januari 1839, penemu fotografi dengan menggunakan proses kimia pada plat logam, Louis Jacques Mande Daguerre, sebenarnya ingin mempatenkan penemuannya itu, tetapi pemerintah Perancis dengan dilandasi berbagai-bagai pemikiran politik, berfikir bahwa penemuan itu seharusnya dibahagikan ke seluruh dunia secara percuma. Maka, saat itu manual asli Daguerre lalu tersebar ke seluruh dunia walau pun diterima dengan separuh hati akibat kompleksnya kerja yang harus dilakukan.
Fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 22), arkitek utama dunia fotografi moden adalah seorang usahawan, iaitu George Eastman. Melalui perusahaannya yang bernama Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual filem rol dan kamera kompak yang praktis, seiring dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui penambahbaikan lensa, pengatup (shutter), filem dan kertas foto.
Tahun 1950 mulai digunakan prisma untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex (SLR), dan pada tahun yang sama Jepun mulai memasuki dunia fotografi dengan pengeluaran kamera NIKON. Tahun 1972 mulai dipasarkan kamera Polaroid yang ditemukan oleh Edwin Land. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.
Kemajuan teknologi turut memacu fotografi secara sangat cepat. Kalau dahulu kamera sebesar khemah hanya mampu menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat foto yang sangat tajam dalam ukuran sebesar buku.
Foto sebelum perkahwinan seperti sudah menjadi kemestian bagi pasangan yang akan berkahwin. Bukan sahaja digunakan pada kad jemputan malah pada poster atau perentang (banner) ketika majlis perkahwinan berlangsung di samping menjadi arkib kenangan pasangan tersebut. Untuk memastikan kenangan tersebut menjadi lebih indah foto tersebut mestilah lebih menarik daripada yang lain.
Sila gunakan tip-tip di bawah :
1. HOBI DAN MINAT
Selidik hobi dan minat pasangan tersebut agar sesi penggambaran dapat dilakukan di tempat yang pernah dikunjungi dan paling berkesan tempat yang memberi kesan nostalgia hubungan mereka.
2. PROFESION PASANGAN PENGANTIN
Ini suatu yang bagus sekiranya mengambil dari idea profesion pasangan pengantin. Sebagai contoh, sekiranya salah seorang daripada mereka seorang arkitek, maka latar yang perlu difikirkan adalah binaan sebuah bangunan yang unik yang pasti hasilnya amat bermakna sekali.
3. KENANGAN MASA LALU
Foto praperkahwinan mereka mungkin berupa perjalanan cinta mereka. Kalau cinta bermula di kampus belajar yang sama, latar penggambaran boleh di kampus dengan gaya retro ketika pasangan masih berstatus mahasiswa. Mereka boleh mengingat kenangan yang paling indah pada saat pertama kali bertemu sebagai gayanya. Pasti mantap! Tetapi anda harus peka mendapatkan feel kampus sesi penggambaran dilakukan pada hari kerja semasa kuliah berjalan.
4. TEMPAT KEGEMARAN PERTEMUAN
Banyak tempat memerlukan kos yang tinggi. Jangan khuatir kerana ini bukan halangan untuk mendapatkan foto praperkahwinan yang unik. Cuba suruh pasangan pengantin mengingat tempat kegemaran mereka untuk makan dan sekadar berbual-bual menghabiskan waktu pada suatu ketika. Jangan khuatir jika hanya sebuah restoran murah di pasar. Dengan kepakaran dan pengalaman anda sebuah foto unik akan menjadi bercerita.
5. SUASANA SEHARI-HARI
Suasana sehari-hari bole menjadikan pasangan pengantin bergaya secara santai. Ekspresi spontan mereka membuat hasil foto kelihatan dapat berbicara. Fotografer akan mengambil secara candid sehingga ekspresi mereka akan lebih terlihat.
6. TEMPAT AWAM
Lokasi penggambaran bolehdilakukan di tempat-tempat yang tidak biasa. Misalnya di tengah kesesakan lalu lintas lalu lintas, di stesen atau perhentian bas, pasar malam hari, jejantas, jambatan bahkan di pusat beli belah. Foto dengan idea ini sangat menarik dan memerlukan kepakaran anda sebagai fotografer serta keberanian pasangan tersebut untuk bergaya dan berekspresi di tempat awam.
7. TEMA KLASIK/LAMA
Memperhatikan secara keseluruhan sangatlah penting jika anda mengambil tema ini agar keseluruhan suasana pada saat itu terasa. Bukan hanya pakaian pasangan pengantin, latar foto dan perkakasan yang digunakan haruslah diselaraskan dengan sebaik mungkin.
8. FILEM DIMINATI/PERTAMA DITONTON BERSAMA
Sebagai fotografer anda boleh mengambil judul filem atau filem yang memberi kenangan kepada pasangan pengantin, misalnya filem yang pernah mereka tonton bersama untuk pertemuan pertama. Soal gaya atau postur boleh dipelajari daripada poster atau menonton filem tersebut untuk mengambil gaya-gaya tertentu.
Sebelum memutuskan suatu tema foto sebaiknya harus berbincang kepada pasangan pengantin dan memberi masa kepada mereka untuk sepakat tentang konsep tema foto sama ada indoor atau outdoor.Outdoor memang lebih menarik dan banyak pilihan kerana ruang gerak lebih bebas, rileks, lebih natural dan fokus foto tidak jatuh pada mereka sahaja kerana ada latar foto. Jangan lupa juga bahawa foto praperkahwinan itu nanti juga dipaparkan di majlis perkahwinan mereka. Untuk itu, harus diingatkan foto tersebut sebaiknya disesuaikan dengan perhiasan pelamin atau pun kostum agar tidak terjadi konflik dengan tema perkahwinan mereka. Lebih baik pilih tema foto yang natural kerana kekuatan foto ini terletak pada interaksi yang harmonis di antara pasangan pengantin.
Jika mereka merasa tidak fotogenik, nasihatilah mereka agar melakukan gaya sebaik mungkin. Semasa penggambaran anda cuba untuk membuat sedikit lawak dan berkomunikasi dengan mereka seperti biasa. Berusahalah seolah-olah hanya mereka yang berada di tempat itu. Seboleh-bolehnya suruhlah mereka menunjukkan rasa sayang melalui tatapan mata dan sentuhan-sentuhan halus/manja. Pandukan mereka untuk mengingati kenangan-kenangan indah suatu ketika ketika dahulu pada awal kisah cinta mereka yang penuh warna.
Peringatan : Tema apapun yang dipilih haruslah disesuaikan dengan peribadi pasangan pengantin. Ini adalah perkahwinan mereka dan merekalah raja dan ratu sehari pada masa tersebut. Semua perhatian akan bertumpu kepada mereka, Untuk itu bebaskan fikiran mereka dan buatlah foto praperkahwinan yang hebat untuk mereka!!